Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera buat sobat-sobit blogger semua.
Masih terasa nih awal tahun 2012, sekalian dah aku mau ngucapin met tahun baru buat sobat-sobit blogger semua moga harapan-harapan yang tahun kemarena belum tercapai dapat dicapai ditahun ini.
Virus hiatus alieus maleus telah menyingapiku beberapa hari ini, terbukti untuk balas komen yang ada pun belum sempat dan sejak posting yang terakhir pada tanggal 23 Desember 2011 hingga sekarang aku baru bisa nge-posting lagi. Dengan berbagai alasan yang mungkin belum saatnya untuk diceritakan ga penting. Dikesempatan kali ini aku juga mohon maaf karena belum bisa mengunjungi sobat-sobit blogger satu-persatu karena virus tersebut yang telah menyerangku. Mungkin terkadang ada yang melihat jejak langkahku ditempat lain tapi itu aku lakukan dengan sangat memaksakan diri agar tidak dibilang blogger sombong, malum virus tersebut begitu kuat menguasaiku. :(
Oke, Pasti yang sering mampir kesini udah pada tau kalau di
rumahku bloggku sudah beberapa kali aku ceritakan Emak temen aku yang sedang merawat anaknya
disini.
Nah, sekarang aku pun mau cerita tentang ban bocor dan cerita emak lagi.
Kedatangan Emak ke Malaysia adalah dengan tujuan merawat anaknya yang sedang terkena
musibah dengan berbekalkan dokumen pasport visa kunjungan. Sementara sekarang Malaysia sedang aktif-aktifnya ngedata dan merazia orang-orang asing yang datang kemari dengan data yang tidak sah atau sudah habis masa visanya.
Visa kunjungan emak hanya diberi satu bulan untuk tinggal di Malaysia sementara keadaan anaknya masih perlu perawatan mau tidak mau emak harus memperpanjang visa ke imigrasien terdekat (Putrajaya atau Damansara) atau mengambil option lain yaitu harus keluar Malaysia beberapa hari dan masuk lagi agar dapat visa kunjungan satu bulan lagi.
Memperpanjang visa kunjungan ke Putrajaya ternyata jadi pilihan emak dan juga kelurga yang ada disini dengan pertimbangan kalau emak harus balik ke Medan maka akan memerlukan biaya yang tidak sedikit lagi dan anaknya yang mengalami musibah tidak ada yang merawat secara intensif dan maksimal.
Sekarang ini ternyata tidak mudah untuk memperpanjang visa kunjungan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. berbagai syarat pun harus dipenuhi, salah satu syarat untuk memperpanjang visa adalah masa habis pasport tidak boleh kurang dari 6 bulan sedangkan pasport emak 4 bulan lagi akan habis sehingga usaha emak memperpanjang visanya di Putrajaya gatot alias gagal total. Damansara menjadi piliah kedua untuk mencoba memperpanjang visa kunjungan.
Dengan keadaan emak yang sudah tua, aku rasa tidak mungkin jika harus pergi ke imigresen sendiri. Akhirnya aku memutuskan untuk mengantarkan emak dengan menggunakan kendaraan bermotor walaupun aku tidak tahu pasti kantor imegresen yang berada di damansara. Dengan berbekalkan niat menolong, nekat dan bermodalkan pulsa untuk menelpon temen-temen yang tahu kantor imigresen Damansara. Pertolongan temen via telpon memang sedikit menolong aku dan emak menuju kantor imgresien damansara walau beberapa kali aku nyasar-nyasar.
Sekitar jam setengah satu akhirnya kami sampe juga di imigresen damansara. Beberapa surat rayuan dipersiapkan untuk bisa mendapatkan perpanjangan visa kunjungan, antaranya merawat anak dan yang kedua menghadiri acara resepsi pernikahan sodaranya yang akan dilaksanakan di Malaysia. Syukur alhamdulillah perjuangan untuk mendapatkan visa kunjunga di damansara ternyata medapatkan hasil yang memuaskan sehingga emak dapat merawat anaknya satu bulan lagi. :)
Setelah semua urusan kelar akhirnya kami memutuskan balik. Hari sudah sore masanya orang-orang balik dari kantor sehingga jalanan macet.
Dengan kecepatan rata 50-60 km/jam aku berhati-hati karena mambawa seorang emak. Tapi alankah apesnya aku baru beberapa kilo meter dari kator imegrasien damansara motor yang saya pake mengalami bocor. Oya bocor dalam bahasa melayu adalah pancit *catat ya*.
Motor bocor disini (Malaysia) tidak seperti di Indonesia. Apa bedanya? Klo kita mengalami bocor kendaraan maka kita tak akan pernah dapat menemukan tukang tambal ban jadi setiap motor yang bocor maka harus ditukar ban dalamnya. Lah bagaimana klo bocornya di tengah-tengah jalan tol? *bocoran, klo di malaysia kendaraan roda dua itu bebas masuk jalan tol looo. Sebenarnya ada jalan khusus sih tapi belum semua jalan tol menyediakan jalan khusu motor*. Nih catat lagi yaaa . jalan tol klo dalam bahasa Melayu disebut lebuhraya.
Aku kalau mengalami bocor ditengah perjalanan tidak begitu risau asalkan ada duit di dompet *penting* tinggal cari-cari dipinggiran jalan atau pembatas pagar jalan tol pasti kita akan menemukan nomer hp layanan tuker ban alias layanan bengkel jalan/panggilan.
Motor Pancit, Gambar dari
sini.
Nah, itulah contoh tulisan yang bisa kita dapati jika kita sedang memerlukan service mereka. Mengenai tarif pasti lebih mahal 2,5 kali lipat, kalau aku nembel tuker ban dalam di bengkel biasa kena tarif harga RM.10 tapi klo aku menggunakan service bengkel jalan maka harganya menjadi RM.25
Apesku ternyata bukan sekedar ban bocor tapi bener-bener apes ketika sang pengkel jalan ini bisa membongkar tetapi tidak bisa memasang kembali ban motorku dengan sempurna sehingga aku harus lebih hati-hati lagi dan mengurangi kecepatan. Palah si bengkel jalan ini menyarankan "nanti ke bengkel lain sahaja untuk membetulkan posisi ban motormu ini". Kesel bukan main, sedikit perdebatan antara aku dan si tukang bengkel jalan ini, akhirnya aku mengalah dan memaksakan motorku mengantarkan sampe rumah karena tidak mungkin lagi aku harus mampir ke bengkel dengan keadaan waktu yang sudah hampir gelap.
Alhamdulillah akhirnya aku bisa mengalahkan virus hiatus alieus maleus. :)