Monday, January 30, 2012

Hadapi Dengan Senyuman

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera buat sobat-sobit semua :)


Pernahkan kalian merasa galau karena kehilangan sesuatu?

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ini sebuah kenyataan dan sesuatu yang memang pasti terjadi tapi terkadang kita lupa dengan semua ini. Handphon, laptop, motor, bapak, ibu, kaka, adik, pacar, temen, sahabat dsb (dan saya bingung dan sebagainya) ini adalah contoh kemungkinan sederhana yang kita miliki dan bisa hilang begitu saja dalam sekejap.

Rasa sayang kita kepada materi atau orang-orang yang ada disekitar kita tak akan abadi, tetapi terkadang kita berfikiran semua itu adalah milik kita selamanya. Walau lidah ini sudah mengucapkan Innalillahi wainnaillahi rajingun yang artinya Sesungguhnya kita hanyalah milik Allah dan hanyalah kita akan kembali #bener pa ga ya?. Tapi pada kenyataannya hati dan raga ini belum siap menerima kenyataan ini.

Well, tak perlu panjang lebar aku bawa aja langsung pada pokok inti dari permasalahan yang aku alami #curcor. Tepatnya ga tau jam berapa tapi harinya aku masih inget sabtu taggal 29-januari-2012, aku iseng mengnonaktifkan akun twitter @SobatBercahaya dan juga Fecebook Sobat Bercahaya dan pada hari senin, 30 januari pada bulan dan tahun yang sama akhirnya aku ga kuat #buset untuk tidak mengaktifkan twitter tapi apa yang terjadi betapa kagetnya aku melihat follower dan following diprofilku.


Sungguh betapa terkejutnya aku ketika melihat follower dan following hilang begitu saja. Padahal betapa aku susah payah menjaga follower dan followingku ini untuk tidak kabur terutama denga cara mengurangi ocehan nyampah, karena malu juga kan ama follower kalau ocehan kita ternyata nyampah.

Untuk meyakinkan diri apakah bener follower dan followingku hilang akhirnya aku minta tolong ama dua temen yang berkenan mengecek kan follower dan followingku, yang pertama ama temen blogger Rumah Matahari yang sedang OL di YM tanpa ragu aku minta tolong, dan ini hasilnya.


Kiriman print screen dari syam sedikit melegakan. Masih kurang yakin akhirnya aku pun minta tolong lagi ama temen satu rumahku yang sedang asik nonton film untuk segera mengecekkan twitterku, dan ini hasilnya.


Dari ketiga hasil yang kudapat ternyata berbeda-beda. Jadi aku berharap semua akan baik-baik saja dan sekarang ga perlu galau kalau toh pada akhirnya aku harus kehilangan sesuatu yang berharga dan aku sayangi,  baik itu harta, benda atau seseorang yang dekat ataupun jauh yang aku sayangi. Atau aku harus kehilangan follower atau following twitter dan blog oh #SangatTidakDiHarapkan tapi aku harus siap menerima kemungkina yang akan terjadi karena semua hanyalah milikNya dan Dialah yang akan kekal abadi. Tetap hadapi semua dengan senyuman karena itu akan menenangkan hati.

Ahamdulillah akhirnya mengakhiri puasa update blog. 


»»  Teruskan baca sampai habis... :)

Saturday, January 21, 2012

Tabloid WNI

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera buat sobat-sobit blogger semua.

Sudah berkali-kalai berusah nulis lagi tapi akhirnya masuk draf terus dan akhirnya malam ini aku bisa menyelesaikan satu tulisan dan semoga bisa.

Bismillah....

Kemajuan teknologi merupakan salah satu kemudahan untuk mendapatkan informasi. Informasi memang sangat penting buat siapa saja, informasi bisa didapatkan dari media elektronik (tivi, radio, rekaman audio/video), media sosial (twitter, facebook, google+ dll) ataupun media cetak (koran, tabloid, buku dll). Informasi dari media eletronik ternyata tidak semua orang bisa mendapatkannya dengan beragam alasan. Misal aku yang hampir tidak pernah melihat berita di tivi maklum tidak punya tivi tetapi aku lebih memilih berita elektronik online untuk mendapatkan informasi.

Di Malaysia ada banyak media cetak yang sering dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa terkecuali orang Indonesia yang juga ikut membaca media cetak tersebut. Diantara media cetak tersebut ialah Berita Harian, Metro, Utusan, Sinar Harian, Harakah, Suara Keadilan dll. Selain media berbasis lokal ternyata warga Indonesia yang ada di Malaysia juga punya media yang bisa di dapati secara gratis oleh warga Indonesia atau non warga Indonesia. Oke, pada mau tau apa aja media cetak warga Indonesia yang ada di Malaysia?


1. SWARA


Swara dengan slogan "Menuju masyarakat Pekerja Yang Beriman dan Berwawasan" media ini dikeluarakan oleh IPMI (Ikatan Pekerja Muslim Indonesia). Diterbitkan setiap bulan sekali buat kalangan pekerja/masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia. Warga Muslim Indonesia yang ada di Malaysia bukanlah sedikit jumalahnya dan media ini menurut saya pribadi sangat bagus karena dalam Swara ini dimuat beberapa kegiatan pekerja muslim. Selain kegiatan para pekerja muslim juga ada puisi, cerpen, review tokoh dll, yang ditulis oleh warga Indonesia baik itu pekerja ataupun mahasiswa yang ikut berpartisipasi menyumbangkan tulisannya.

2. Bulletin (Indonesia Trade Association)


Buletin ini sudah jelas isinya yaitu bisnis dan bisanis. Buletin yang diterbitkan oleh KBRI Kuala Lumpur ini menggunakan bahasa inggris dan masa penerbitannya kalau tidak salah 4 bulan sekali (maklum baru sekali nemuin buletin ini X_X)

3. TKI dan Caraka


Caraka dan TKI merupakan yang paling sering aku dapati atau temui karena pendistribusiannya secara intense  diletakkan di warung-warung makan khas Indonesia atau tempat-tempat yang stategis dari jangkauaan orang Indonesia berada disini. Isi dari kedua tabloid ini hampir sama yaitu berisikan tentang kegiatan TKI, permasalahan TKI, tokoh/masyarakat Indonesia yang sukses di negri orang, promis wisata-kuliner Indonesia, berita terhangat di Indonesia dan masih banyak lagi. Walaupun isi dari kedua tabloid ini mendekati kemiripan tetapi berbeda dari penerbitan. Caraka di terbitkan oleh KBRI Kuala Lumpur sementara TKI diterbitkan oleh salah-satu paguyuban pekerja Indonesia di Malaysia.

Kepedulian dari semua pihak ini yang telah berusaha untuk berbagi informasi dan ilmu sangat membantu masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia guna memerangi kebodohan. Tetapi melihat banyaknya tabloid yang terkadang masih banyak terabaikan mungkin itu menandakan minat baca masih kurang. Padahal membaca adalah salah-satu pintu penentu maju-mundurnya suatu peradaban bangsa.

»»  Teruskan baca sampai habis... :)

Thursday, January 12, 2012

Yuk Ikutan Kontes

Assalamualaikum Wr Wb dan salam sejahtera buat sobat-sobit blogger semua.

Lagi-lagi denger alasan lama dan basi dariku yaitu serangan Virus Hiatus #abaikan. Tidak tahu beberapa minggu ini aku masih terperangkap oleh virus malas. Padahal udah beberapa kali coba nulis tapi ujung-ujungnya cancel dan masuk dalam draf. 


Lanjut, waktu itu aku dengan beberapa blogger conference chat ngobrol ngalor-ngidul salah satunya rasan-rasan mbahas tentang giveaway (GA) atau kontes. Yang intinya aku ingin mengadakan GA tapi tidak sendirian atau ngajak partner. Kenapa aku cari partner karena kalau aku sendirian terkendala dengan pemberian hadiah yang akan dikirimkan dan aku bingung juga dalam rangka event atau tema apa aku ngadain giveaway atau kontes. 

Nah, waktu aku bw ke blognya Pakde ternyata pakde mau ngadain kontes dan lagi mencari beberapa sponsor untuk berpartisipasi mensukseskan kontes tersebut, akhirnya aku pun dengan senang hati mengajukan diri menjadi salah-satu sponsor dalam kontes tersebut. Adapun kontenya adalahhhhh



Kontes ini menurut aku sangat mudah karena cuma mengabadikan foto-foto anak, dan pastinya dalam foto tersebut disisipkan sedikit keterangan foto tersebut. Seperti halnya aku juga mempunyai blog yang simpel, isinya foto-foto sederhana tapi bisa mendokumentasikan hal-hal yang mungkin unik atau patut untuk diceritakan. Pengin tahu kan blog aku yang khusus djepretan? Nih dia Djepret Bercerita.

Ok, Yang penasaran pengin tahu kententuan, kriteria penilaian, kejuaraan dan tali asih bisa langsung ke TKP blognya pak komandan BlogCamp, disini bisa mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kontes tersebut.

Sebagai penutup #upsresmibanget, semoga kontes ini bisa sukses dan tercipta para calon penerus blogger-blogger Indonesia. Aamiin :)

»»  Teruskan baca sampai habis... :)

Monday, January 2, 2012

Nyambung visa | Motor Pancit

 Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera buat sobat-sobit blogger semua.


Masih terasa nih awal tahun 2012, sekalian dah aku mau ngucapin met tahun baru buat sobat-sobit blogger semua moga harapan-harapan yang tahun kemarena belum tercapai dapat dicapai ditahun ini.

Virus hiatus alieus maleus telah menyingapiku beberapa hari ini, terbukti untuk balas komen yang ada pun belum sempat dan sejak posting yang terakhir pada tanggal 23 Desember 2011 hingga sekarang aku baru bisa nge-posting lagi. Dengan berbagai alasan yang mungkin belum saatnya untuk diceritakan ga penting. Dikesempatan kali ini aku juga mohon maaf karena belum bisa mengunjungi sobat-sobit blogger satu-persatu karena virus tersebut yang telah menyerangku. Mungkin terkadang ada yang melihat jejak langkahku ditempat lain tapi itu aku lakukan dengan sangat memaksakan diri agar tidak dibilang blogger sombong, malum virus tersebut begitu kuat menguasaiku. :(

Oke, Pasti yang sering mampir kesini udah pada tau kalau di rumahku bloggku sudah beberapa kali aku ceritakan Emak temen aku yang sedang merawat anaknya disini. Nah, sekarang aku pun mau cerita tentang ban bocor dan cerita emak lagi.

Kedatangan Emak ke Malaysia adalah dengan tujuan merawat anaknya yang sedang terkena musibah dengan berbekalkan dokumen pasport visa kunjungan. Sementara sekarang Malaysia sedang aktif-aktifnya ngedata dan merazia orang-orang asing yang datang kemari dengan data yang tidak sah atau sudah habis masa visanya.

Visa kunjungan emak hanya diberi satu bulan untuk tinggal di Malaysia sementara keadaan anaknya masih perlu perawatan mau tidak mau emak harus memperpanjang visa ke imigrasien terdekat (Putrajaya atau Damansara) atau mengambil option lain yaitu harus keluar Malaysia beberapa hari dan masuk lagi agar dapat visa kunjungan satu bulan lagi.

Memperpanjang visa kunjungan ke Putrajaya ternyata jadi pilihan emak dan juga kelurga yang ada disini dengan pertimbangan kalau emak harus balik ke Medan maka akan memerlukan biaya yang tidak sedikit lagi dan anaknya yang mengalami musibah tidak ada yang merawat secara intensif dan maksimal.

Sekarang ini ternyata tidak mudah untuk memperpanjang visa kunjungan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. berbagai syarat pun harus dipenuhi, salah satu syarat untuk memperpanjang visa adalah masa habis pasport tidak boleh kurang dari 6 bulan sedangkan pasport emak 4 bulan lagi akan habis sehingga usaha emak memperpanjang visanya di Putrajaya gatot alias gagal total. Damansara menjadi piliah kedua untuk mencoba memperpanjang visa kunjungan.

Dengan keadaan emak yang sudah tua, aku rasa tidak mungkin jika harus pergi ke imigresen sendiri. Akhirnya aku memutuskan untuk mengantarkan emak dengan menggunakan kendaraan bermotor walaupun aku tidak tahu pasti kantor imegresen yang berada di damansara. Dengan berbekalkan niat menolong, nekat dan bermodalkan pulsa untuk menelpon temen-temen yang tahu kantor imigresen Damansara. Pertolongan temen via telpon memang sedikit menolong aku dan emak menuju kantor imgresien damansara walau beberapa kali aku nyasar-nyasar.

Sekitar jam setengah satu akhirnya kami sampe juga di imigresen damansara. Beberapa surat rayuan dipersiapkan untuk bisa mendapatkan perpanjangan visa kunjungan, antaranya merawat anak dan yang kedua menghadiri acara resepsi pernikahan sodaranya yang akan dilaksanakan di Malaysia. Syukur alhamdulillah perjuangan untuk mendapatkan visa kunjunga di damansara ternyata medapatkan hasil yang memuaskan sehingga emak dapat merawat anaknya satu bulan lagi. :)

Setelah semua urusan kelar akhirnya kami memutuskan balik. Hari sudah sore masanya orang-orang balik dari kantor sehingga jalanan macet.

Dengan kecepatan rata 50-60 km/jam aku berhati-hati karena mambawa seorang emak. Tapi alankah apesnya aku baru beberapa kilo meter dari kator imegrasien damansara motor yang saya pake mengalami bocor. Oya bocor dalam bahasa melayu adalah pancit *catat ya*.

Motor bocor disini (Malaysia) tidak seperti di Indonesia. Apa bedanya? Klo kita mengalami bocor kendaraan maka kita tak akan pernah dapat menemukan tukang tambal ban jadi setiap motor yang bocor maka harus ditukar ban dalamnya. Lah bagaimana klo bocornya di tengah-tengah jalan tol? *bocoran, klo di malaysia kendaraan roda dua itu bebas masuk jalan tol looo. Sebenarnya ada jalan khusus sih tapi belum semua jalan tol menyediakan jalan khusu motor*. Nih catat lagi yaaa . jalan tol klo dalam bahasa Melayu disebut lebuhraya.

Aku kalau mengalami bocor ditengah perjalanan tidak begitu risau asalkan ada duit di dompet *penting* tinggal cari-cari dipinggiran jalan atau pembatas pagar jalan tol pasti kita akan menemukan nomer hp layanan tuker ban alias layanan bengkel jalan/panggilan.

Motor Pancit, Gambar dari sini.

Nah, itulah contoh tulisan yang bisa kita dapati jika kita sedang memerlukan service mereka. Mengenai tarif pasti lebih mahal 2,5 kali lipat, kalau aku nembel tuker ban dalam di bengkel biasa kena tarif harga RM.10 tapi klo aku menggunakan service bengkel jalan maka harganya menjadi RM.25

Apesku ternyata bukan sekedar ban bocor tapi bener-bener apes ketika sang pengkel jalan ini bisa membongkar tetapi tidak bisa memasang kembali ban motorku dengan sempurna sehingga aku harus lebih hati-hati lagi dan mengurangi kecepatan. Palah si bengkel  jalan ini menyarankan "nanti ke bengkel lain sahaja untuk membetulkan posisi ban motormu ini". Kesel bukan main, sedikit perdebatan antara aku dan si tukang bengkel jalan ini, akhirnya aku mengalah dan memaksakan motorku mengantarkan sampe rumah karena tidak mungkin lagi aku harus mampir ke bengkel dengan keadaan waktu yang sudah hampir gelap.

Alhamdulillah akhirnya aku bisa mengalahkan virus hiatus alieus maleus. :)

»»  Teruskan baca sampai habis... :)

Friday, December 23, 2011

Hari Ibu : Kasih Sayang Yang Tak Kenal Jarak dan Waktu


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh dan salam sejahtera.

Dia bukan sodara aku, bukan juga ibu aku apalagi pacara aku, bukan banget  tapi aku sangat respect terhadap beliau. Walaupun aku mengenal beliau belum lama tapi rasa hormat dan kagum sudah tertanam dalam diri ini sehingga aku pun memanggil beliau Mak.

Beliau adalah ibu dari temenku yang mengalami patah tulang akibat benturan main futsal. Mendengar kabar anaknya yang jauh dirantau sedang menuntut ilmu sambil bekerja sedang mengalami musibah. Semua pekerjaan perniagaan sebagi seorang pedagang makanan di Medan ditinggalkan begitu saja demi anaknya.

Kasih sayang seorang ibu memang tidak mengenal waktu dan jarak. Ketika sang anak masih dalam kandungan, seorang ibu susah paya terus menjaganya hingga kelahirannya yang umumnya sembilan bulan. Setelah sang buah hati lahir pengorbanan sang ibu masih belum berhenti karena harus menjaga dan memberi asupan gizi yang cukup demi sang buah hati. Setelah tumbuh dewasa ternyata kasih sayang seorang ibu masih seperti sedia kala.

Mak dan Kamal

Mak, tepatnya ibu temen aku yang berasal dari medan datang ke Malaysia hanya ingin merawat anaknya yang sedang mengalami musibah. Itulah bukti kasih sayang seorang ibu yang tidak kenal waktu dan jarak.

Potret ini diikutsertakan dalam
Kontes Perempuan dan Aktifitas yang diselenggarakan oleh
»»  Teruskan baca sampai habis... :)

Monday, December 19, 2011

Senyum Itu Gratis


Senyum itu gratis tapi sangat mahal nilainya.
Senyum itu mendamaikan, menenangkan hati dan mencairkan suasana yang membeku.



Foto blogger ini diikut sertakan dalam KONTES SEGGER (Senyum Ekspresi Blogger)
Kategori foto SEGGER Pria

»»  Teruskan baca sampai habis... :)